NU DAN MOBIL MOGOK

 NU DAN MOBIL MOGOK

 MOH KHOLIL (Calon sarjana) 

Sebagai Ormas terbesar diindonesia, dengan jumlah warganya mencapai puluhan juta orang, Nu senantiasa menarik perhatian banyak kalangan disetiap gerak langkahnya. 


Kendati berlabel organisasi sosial-keagamaan, sulit di mungkiri bahwa NU dengan segala dinamikaNya merupakan sebuah wadah besar ummat Islam yang suara aspirasinya sangat memengaruhi konstelasi politik lokal dan nasional, baik menyangkut pendistribusian kekuasaan formal kenegaraan maupun terkait dengan proses pembentukan kebijakan publik yang mengikutsertakan partisipasi masyarakat luas. 

Peran dan posisi strategis ini pada gilirannya menyebabkan NU sering menjadi objek tarik-menarik berbagai pihak yang sedang membangun kekuatan dan memperebutkan dukungan, atau menjadi anak tangga yang didaki demi mengupayakan mobilitas vertikal individu. 

Namun demikian, ramainya aktivitas yang melibatkan NU pasti tidak selamanya dan selalu dihiasi oleh persinggungan kepentingan pribadi belaka. Jauh lebih bayak agenda kegiatan yang justru dirancang serta dijalankan oleh organisasi NU secara intensif dan sistematis dalam rangka memperjuangkan kemaslahatan ummat atau kepentingan bangsa. 

Hanya saja, postur NU yang begitu besar dan menggurita tentu saja tetap menjadi ruang kreativitas yang memantulkan warna-warni kaum nahdliyin yang beragam motif, keinginan, dan kecendrungan yang terkadang agak sukar disatukan dalam sebuah derap langkah kolektif yang solid dan harmonis. 

Mengutip perkataan KH. Hasim Muzadi Rois Am PBNU 1999-2010, "NU dari dulu isinya bermacam-macam orang. Dari kiai sampai preman, semuanya ada"Guyon beliau. 

" Kalau NU diumpamakan seperti sebuah mobil, ada tiga golongan orang yang berada didalamnya".

"Pertama, montir. Ini golongan para kiai yang tidak mau menerima manfaat sedikitpun dari NU untuk kepentingan pribadi, tapi paling tulus membantu NU. Ini jumlahnya sedikit" Tutur beliau. 

"Mereka selalu mendoakan NU, mendoakan ummat, dan turun tangan sewaktu NU sedang menghadapi masalah dan kerumitan, atau di saat ada guncangan di tengah-tengah masyarakat."

"Jadi, urusannya hanya mereparasi mobil sewaktu rusak  atau mogok dan tidak mau ikut  berebut naik kalau mobilnya sudah bisa jalan lagi." 

"Kedua, Sopir. Golongan ini jumlahnya banyak. Mereka ikut naik mobil, tapi juga bertanggung jawab mengemudikan. Jadi, masih termasuk lumayan baik. Seimbang. Ikut dapat barokahnya NU, tapi juga mau merawat NU-nya agar tidak rusak. "

"Tapi sopir NU juga macam-macam. Ada yang hati-hati, ada yang ugal ugalan. Ada juga yang klemar-klemer, terlalu pelan nyetirnya. 

" Sopir hati-hati, memikirkan bagaimana caranya supaya NU bisa selamat sampai tujuan. Ibarat orang mancing, ikanNya berhasil didapat, tapi airnya tidak menjadi keruh."

"Kalau sopir yang ugal-ugalan biasanya berhasil membawa NU sampai tujuan, tapi tidak selamat. Tujuannya bisa tercapai, tapi NU-nya jadi robek-robek."

Ini seperti orang cari ikan sambil diobok-obok airnya. Memang akhirnya dapat ikan, tapi airnya jadi keruh.

"Kalau sopir yang kalamar-klamer, prinsipnya mencari aman saja. Mobilnya bisa tetap selamat, tapi tidak akan pernah sampai ke tujuan. Ini juga problem. NU-nya baik-baik saja, tetapi kayak patung. Diam terus, tidak ada kegiatan apa-apa dan tidak bisa bersikap tegas sewaktu menghadapi persoalan." 

"Ketiga.Penumpang. Golongan ini jumlahnya lebih banyak dibanding montir dan sopir. Mereka juga te bagi dia jenis."

"Ada penumpang yang baik. Mereka ini meskipun jarang ikut merawat, tapi masih mau ikut bareng bareng mendorong kalau mobilnya mogok. Mereka masih bisa disuruh tertib,. Memang sering cari manfaat dari NU, tapi tidak sampai menjelekkan dan merusak organisasinya. 

" Ada juga penumpang yang nakal dan ini jumlahnya cukup banyak l. Mereka selalu menjadikan NU sebagai kendaraan tumpangan saja. Kalau kebetulan mobilnya sedang mogok, mereka tidak ikut mendorong. Malah langsung keluar sambil marah-marah dan memaki-maki mobilnya. Nanti kalau ternyata mobilnya bisa jalan lagi, dia yang paling duluan berebut naik kembali". 

PertanyaanNya kalian warga NU yang mana?. 😃😃😃

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKAN BERGIZI GRATIS, SOLUSI TEPAT PEMERATAAN KESEJAHTERAAN

Jalan Tol Poros Tengah, Solusi Terbaik Integrasi di Pulau Madura Pasca Suramadu

TIDAK SEMUA HAL HARUS DIBUKTIKAN, KADANG CUKUP DIJALANI