Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

PENDIIKAN PERSPEKTIF LELUHUR BANGSA

Gambar
Moh Kholil, Waka Kurikulum LPI Miftahul Ulum 2 Tobai Barat Sokobanah Sampang. Di tengah gempuran era digital dan modernisasi global, bangsa Indonesia tak boleh melupakan akar budayanya terutama dalam hal pendidikan. Jika hari ini pendidikan kerap diukur lewat standar internasional, nilai akademik, atau peringkat sekolah, maka para leluhur bangsa justru menempatkan pendidikan sebagai jalan untuk membentuk manusia seutuhnya: berilmu, berbudi, dan berakar pada tanah airnya. Dalam perspektif leluhur, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan laku hidup yang membentuk karakter, kearifan, dan kesadaran akan harmoni dengan sesama dan alam. Di berbagai penjuru Nusantara, kita dapat menemukan jejak pendidikan berbasis nilai, bukan sekadar angka. Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional, menanamkan filosofi “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” sebagai panduan mendidik yang tetap relevan hingga kini. Para leluhur kita meyaki...

MAKAN BERGIZI GRATIS, SOLUSI TEPAT PEMERATAAN KESEJAHTERAAN

Gambar
Moh Kholil Siswa SPPI Batch 3 Kolat VIII Sadik B Dodik Bela Negara Rindam V Brawijaya Malang Jawa Timur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah bukan hanya kebijakan populis, tetapi sebuah langkah strategis yang berpotensi menciptakan dampak luas bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Jika ditinjau dari berbagai sudut, mulai dari ekonomi, sosiologi, hingga Pendidikan, MBG menghadirkan angin segar dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Ekonomi: Rantai Pasok Rakyat yang Kuat Di sektor ekonomi, MBG berperan sebagai pemantik roda produktivitas, terutama bagi para petani, peternak, nelayan, dan pedagang lokal. Dengan adanya permintaan stabil dan masif dari program ini, hasil pertanian dan peternakan rakyat akan memiliki pasar yang pasti. Ini mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan menstabilkan harga hasil panen. Program ini membuka peluang terbentuknya rantai pasok nasional berbasis komunitas lokal, yang mendekatkan produsen dengan k...

NYALI IRAN

Gambar
 MohKholil :  Pengamat GeoPolitik. Iran satu satunya entitas berstatus negara yang berani mengebom militer AS secara langsung sebanyak 2 kali sejak selesai perang dunia II. Walaupun diancam oleh AS dengan balasan yang keras jika Iran menyerang pangkalan militer AS di timur tengah, Iran semalam tetap mengebom pangkalan militer AS di Qatar, Al Udeid Airbase. Pangkalan ini adalah yang terbesar di seluruh timur tengah dengan jumlah personil 13.000 lebih. Pangkalan militer ini diduga dipakai oleh AS selama ini untuk banyak membantu Israel dalam melakukan serangan ke Iran. Iran merudal pangkalan militer AS ini dengan jumlah rudal yang sama banyak nya dengan rudal yang dipakai AS untuk mengebom situs nuklir Iran dua hari lalu. Serangan ke pangkalan militer AS ini diikuti oleh serangan ke pangkalan militer AS lain Al Harir di Irak. Tapi yang di Irak dilakukan oleh milisi pro Iran, bukan oleh Iran sendiri. 3 jam sebelum pengeboman atas pangkalan militer AS semalam, Iran tel...

JIHAD DAN SEMANGAT KEHIDUPAN PERSPEKTIF KHOMEINI

Gambar
  Moh Kholil   Ketua BPD Desa Tobai Barat Sokobanah Sampang, Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Surabaya (UBAYA) Di mata dunia Barat, nama Ayatollah Ruhollah Khomeini kerap dibayangi stigma sosok ulama revolusioner, pemimpin Iran yang keras terhadap Barat, dan simbol Islam politik yang militan. Namun di balik itu, Khomeini menyimpan satu sisi penting yang jarang dibahas ia adalah pemikir yang melihat jihad bukan semata perang, tapi sebagai semangat hidup. Dalam dirinya, jihad bukan penghancur, melainkan pembangun jiwa dan bangsa. Ketika Khomeini memimpin Revolusi Islam Iran tahun 1979, ia tidak hanya menggerakkan rakyat untuk menggulingkan Shah Reza Pahlavi. Ia menghidupkan kembali keyakinan bahwa umat Islam berhak hidup bebas, merdeka, dan bermartabat. Bagi Khomeini, jihad adalah bentuk tertinggi dari pengorbanan untuk menegakkan kebenaran baik melawan tirani luar, maupun nafsu dan kebodohan dari dalam diri sendiri. Dalam salah satu pidatonya, Khomeini menegaskan b...

Jalan Tol Poros Tengah, Solusi Terbaik Integrasi di Pulau Madura Pasca Suramadu

Gambar
Moh Kholil Ketua BPD Desa Tobai Barat Sokobanah Sampang, Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Surabaya (UBAYA) dan Letnan II Komcad TNI AD RI. Pulau Madura, yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur, memiliki potensi ekonomi dan budaya yang besar. Namun, keterisolasian geografis dan minimnya infrastruktur transportasi menjadi hambatan utama dalam pengembangan wilayah. Jembatan Suramadu, yang diresmikan pada tahun 2009, telah membuka akses fisik antara Madura dan Jawa, tetapi infrastruktur jalan di Madura masih belum memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang optimal. Jalan Tol Poros Tengah Madura diusulkan sebagai solusi strategis untuk mengatasi tantangan ini. Aspek Geografis Secara geografis, Pulau Madura memiliki topografi yang relatif datar, sehingga cocok untuk pembangunan jalan tol. Namun, kondisi jalan yang ada saat ini masih didominasi oleh jalan provinsi dan kabupaten yang sempit serta sering mengalami kemacetan, terutama di daerah pasar-pasar akses jalan ...