Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

TIDAK ADA POLITIK YANG SEHARGA NYAWA

Gambar
Oleh: Moh Kholil ( Pengabdi Kemanusiaan ) Menyikapi Tragedi Berdarah di Kabupaten Sampang Tragedi berdarah yang baru-baru ini mengguncang Kabupaten Sampang menjadi catatan kelam yang tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat betapa rapuhnya nilai kemanusiaan di tengah pusaran kepentingan politik dan konflik sosial. Nyawa manusia, yang seharusnya menjadi hal paling berharga, sering kali terpinggirkan oleh ambisi dan perebutan kekuasaan. Insiden tersebut diduga dipicu oleh sengketa antara dua kelompok yang memiliki latar belakang perbedaan ideologi politik. Tidak hanya merenggut korban jiwa, tragedi ini juga menimbulkan kerusakan fisik dan trauma psikologis bagi masyarakat setempat. Akankah kita terus membiarkan hal ini terjadi? Politik, pada dasarnya, adalah alat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Namun, ketika politik berubah menjadi medan perebutan kekuasaan tanpa batas moral, ia berubah menjadi alat destruktif yang membahayakan. Sej...

SIKAP NETRALITAS HANYA MILIK PENYELENGGARA DAN ASN

Gambar
Oleh: Moh Kholil ( Penyelenggara Pilkada 2024) Dalam setiap pesta demokrasi, netralitas menjadi topik yang selalu hangat diperbincangkan. Di Indonesia, terutama dalam konteks pemilihan umum, sikap netral diharapkan dimiliki oleh pihak-pihak tertentu demi menjaga proses demokrasi yang adil dan bebas. Namun, penting untuk dipahami bahwa kewajiban bersikap netral tidak berlaku untuk semua elemen masyarakat, melainkan hanya kepada penyelenggara pemilu dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Netralitas Penyelenggara pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), memegang peran krusial dalam mengawal pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Dalam konteks ini, netralitas mereka bukan hanya tanggung jawab moral tetapi juga amanah hukum yang tercantum dalam undang-undang. Sebagai penjaga demokrasi, penyelenggara pemilu harus memastikan bahwa semua peserta pemilu diperlakukan setara tanpa adanya keberpihakan terhadap indivi...

Tiga Agenda Global: Money, Power, and Control Population

Gambar
  Oleh : Faisol Roji (Pegiat Media Sosial) Di era globalisasi, tiga isu besar terus mendominasi panggung internasional: uang (money), kekuasaan (power), dan pengendalian populasi (control population). Ketiga agenda ini saling terkait, menciptakan dinamika yang kompleks di antara pemerintah, perusahaan multinasional, dan masyarakat global. 2019  yang lalu, Bapak Prabowo Subianto presiden Terpilih ditahun 2024-2029 berpidato, bahwa 2030 Indonesia akan hilang, pernyataan beliau tersebut mengundang banyak kontroversi, ada yang percaya adapula yang sebaliknya, namun sekelas pak prabowo pasti tidak asal berbicara, beliau pasti mempunyai kapasitas dalam hal tersebut. Meski sering dianggap sebagai isu yang berbeda, uang, kekuasaan, dan pengendalian populasi sebenarnya menjadi fondasi kebijakan-kebijakan strategis yang menentukan masa depan planet ini. Apa yang ada di balik agenda ini, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat dunia? Dalam dunia modern, uang adalah pilar...

Nikmatnya Berpolitik Senikmat Kopi di Pagi Hari

Gambar
Oleh: Moh Kholil (Penikmat kopi dipagi hari) Politik Seperti secangkir kopi di pagi hari yang memberi kehangatan dan semangat baru, berpolitik bisa menjadi pengalaman yang nikmat jika kita menikmatinya dengan bijaksana. Bagi sebagian orang, politik mungkin terasa penuh dengan intrik dan persaingan yang melelahkan, namun bagi yang lain, politik adalah ruang untuk menciptakan perubahan, tempat untuk menyuarakan ide, dan wadah untuk mengembangkan diri dan lingkungan. Seperti kopi, yang terdiri dari beragam rasa dan aroma, politik juga memiliki variasi dinamika, perspektif, dan strategi. Di satu sisi, ada manisnya kemenangan ketika tujuan berhasil dicapai; di sisi lain, ada pahitnya perjuangan ketika menghadapi kegagalan. Namun, rasa pahit itu justru memberi pelajaran, membuat kita semakin matang dan siap menghadapi tantangan berikutnya. Saat menyeruput kopi, kita sering merenungkan dan merencanakan hari yang akan dijalani. Begitu pula dalam politik; berpolitik yang sehat mengajarkan kita ...

Perlukah Politik Sami'na wa Atha'na?

Gambar
By : Moh Kholil ( Anggota Komonitas Santri Traveller ) Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, wacana tentang politik sami'na wa atha'na     menjadi topik yang cukup menarik perhatian. Politik ini bisa didefinisikan sebagai pendekatan yang menekankan kepatuhan dan kepercayaan penuh terhadap pemimpin atau guru. Konsep ini sering dihubungkan dengan sikap patuh tanpa syarat, terutama dalam hal keyakinan agama atau ajaran yang diyakini sebagai kebenaran mutlak. Namun, perlukah politik sami'na wa atha'na diterapkan dalam konteks berpolitik dan kehidupan sosial yang lebih luas? Matholil berkata  dalam tradisi pendidikan pesantren di Indonesia, misalnya, prinsip manut ke guru atau patuh kepada guru adalah salah satu nilai yang sangat dihormati. Para santri dituntut untuk tidak hanya menghormati, tetapi juga mengamalkan ajaran yang diberikan oleh guru atau kiai mereka. Prinsip ini bertujuan untuk menjaga adab dan kedisiplinan dalam menuntut ilmu. Namun, bagaimana j...

Fakta di Balik Perdagangan Pasal-Pasal Pesanan

Gambar
 By : Moh Kholil (Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya) Fenomena “perdagangan pasal-pasal pesanan” yang kini marak di berbagai ranah pembuatan peraturan perundang-undangan di Indonesia semakin mengundang perhatian publik. Konsep ini mengacu pada adanya pihak-pihak tertentu, baik individu, kelompok, maupun korporasi, yang mencoba memasukkan pasal-pasal atau ketentuan tertentu ke dalam undang-undang atau peraturan pemerintah demi kepentingan pribadi atau kelompoknya. Dampaknya tidak hanya merugikan kepentingan publik secara umum, tetapi juga mencederai proses demokrasi dan integritas pembentukan hukum di Indonesia. Menurut peneliti hukum dari salah satu lembaga penelitian di Jakarta, praktik ini sebenarnya sudah lama ada. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren ini meningkat seiring dengan dinamika politik dan ekonomi yang makin kompleks. “Pasal-pasal pesanan ini seringkali dirancang untuk menguntungkan pihak tertentu, misalnya perusahaan besar atau kelompok kepentingan k...

Dinamika Perpolitikan di Madura Tergolong Pragmatis dan Sentimental

Gambar
By: Moh Kholil (Mahsiswa Magister Hukum Universitas Surabaya) Pulau Madura dikenal tidak hanya karena kebudayaannya yang khas, tetapi juga karena dinamika politiknya yang unik. Ketika berbicara tentang perpolitikan di Madura, kita dihadapkan pada dua karakteristik menonjol, yaitu pragmatisme dan sentimen kuat terhadap figur pemimpin. Pragmatisme dalam konteks ini merujuk pada kecenderungan warga Madura untuk mengambil keputusan politik berdasarkan kepentingan praktis yang dapat memberikan manfaat langsung, sedangkan sifat sentimental menggambarkan loyalitas dan kedekatan emosi mereka kepada sosok-sosok tertentu, terutama tokoh agama dan figur pemimpin berpengaruh. Madura, sebagai wilayah yang memiliki tradisi dan nilai kearifan lokal yang kuat, memiliki pengaruh besar terhadap pilihan politik masyarakatnya. Di pulau ini, struktur sosial dan hubungan kekeluargaan berperan penting dalam menentukan arah dukungan politik. Hubungan emosional dan nilai kebersamaan sangat kental, sehingga mas...

Pro-Kontra Suramadu Dimasalalu Penuh Hikmah di Masa Kini

Gambar
Oleh : Moh Kholil (Calon Magister) Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura telah menjadi ikon penting dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Diresmikan pada tahun 2009, jembatan ini awalnya menuai pro-kontra dari berbagai pihak. Berbagai pandangan muncul terkait dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari keberadaan jembatan ini. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak hikmah dan dampak positif yang mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar, terutama dalam menghubungkan dan memajukan perekonomian kedua pulau tersebut. Artikel ini akan mengulas pandangan pro-kontra tentang Suramadu di masa lalu dan menggali hikmah yang didapatkan di masa kini. Ketika pembangunan Suramadu pertama kali diumumkan, muncul banyak reaksi dari masyarakat dan pemerintah daerah. Banyak yang melihat proyek ini sebagai kemajuan besar bagi infrastruktur Indonesia, tetapi tidak sedikit pula yang meragukan dampaknya. Berikut beberapa alasan pro dan kontra yang muncul saat itu: Dampak Ekonomi dan...

GEN-Z CERDAS TAPI MINUS ATTITUDE

Gambar
By : Moh Kholil (Calon Magister) Pemuda Gen-Z, atau mereka yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012, merupakan generasi yang tumbuh bersama pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka memiliki akses yang mudah terhadap pengetahuan dan informasi dari seluruh penjuru dunia. Hal ini membuat mereka lebih adaptif dan cerdas dalam menguasai berbagai keterampilan digital dan kecerdasan intelektual. Namun, di balik kecerdasan ini, terdapat kekhawatiran akan sikap atau "attitude" yang seringkali dinilai kurang, baik dalam lingkungan sosial maupun profesional. Fenomena ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan dunia pendidikan untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan dan sikap yang baik dalam generasi ini. Keunggulan utama Gen-Z terletak pada kemampuan mereka yang tinggi dalam teknologi. Mereka tumbuh di era internet, di mana informasi tersedia hanya dalam hitungan detik. Pemuda Gen-Z dikenal kreatif dan inovatif, mereka ju...

Guru Spiritual sebagai Sumber Teladan dalam Politik Praktis

Gambar
OLEH : MOH KHOLIL  Dalam era modern ini, politik sering kali diwarnai oleh persaingan yang ketat dan kepentingan pribadi yang mengalahkan nilai-nilai moral. Kondisi ini membuat masyarakat mencari tokoh yang tidak hanya memiliki kekuatan intelektual tetapi juga nilai-nilai spiritual sebagai panduan dan inspirasi. Salah satu tokoh yang sering diandalkan dalam hal ini adalah guru spiritual. Peran mereka sebagai sumber kebijaksanaan dan teladan hidup dapat membantu memperkuat fondasi etis dalam politik praktis. Guru spiritual di Indonesia memiliki peran yang mendalam di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya sekadar pemimpin agama atau pengajar, tetapi juga penuntun moral yang nilai-nilainya dihargai dan dipercaya. Guru spiritual sering kali memegang posisi netral dalam politik, dan karena itulah pandangan serta nasihat mereka dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat yang merasa jenuh atau kecewa dengan kondisi politik saat ini. Dalam konteks politik praktis, guru spiritual dapat ...