TIDAK ADA POLITIK YANG SEHARGA NYAWA
Oleh: Moh Kholil ( Pengabdi Kemanusiaan)
Menyikapi Tragedi Berdarah di Kabupaten Sampang
Insiden tersebut diduga dipicu oleh sengketa antara dua kelompok yang memiliki latar belakang perbedaan ideologi politik. Tidak hanya merenggut korban jiwa, tragedi ini juga menimbulkan kerusakan fisik dan trauma psikologis bagi masyarakat setempat. Akankah kita terus membiarkan hal ini terjadi?
Politik, pada dasarnya, adalah alat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Namun, ketika politik berubah menjadi medan perebutan kekuasaan tanpa batas moral, ia berubah menjadi alat destruktif yang membahayakan. Sejarah mencatat, konflik yang melibatkan politik identitas atau kepentingan tertentu sering kali menyisakan korban jiwa yang tidak berdosa.
Ironisnya, konflik semacam ini seringkali dimulai oleh segelintir elite yang memanipulasi emosi massa demi kepentingan pribadi atau kelompok. Mereka lupa bahwa politik seharusnya menjadi sarana untuk membangun masyarakat, bukan menghancurkannya.
Pemerintah dan tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk mencegah konflik serupa terjadi di masa depan. Peran mereka tidak hanya sebagai mediator, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Segera setelah insiden Sampang terjadi, langkah nyata berupa dialog antar kelompok yang berkonflik harus diupayakan. Penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan juga harus dilakukan tanpa pandang bulu.
Selain itu, edukasi politik bagi masyarakat sangat penting agar mereka memahami bahwa perbedaan pilihan atau pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kesadaran ini dapat mencegah masyarakat menjadi alat dalam konflik yang tidak seharusnya terjadi.
Nyawa manusia tidak bisa digantikan, apalagi jika hilang karena alasan yang sepele seperti kepentingan politik. Tragedi ini harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua bahwa tidak ada politik yang seharga nyawa.
Hendaknya kita kembali merenungi nilai-nilai luhur kemanusiaan yang diajarkan oleh agama, budaya, dan tradisi kita. Perbedaan adalah kekayaan, bukan ancaman. Dan politik, seberapapun pentingnya, tidak pernah boleh mengorbankan nyawa manusia.
Semoga tragedi di Sampang menjadi yang terakhir. Kita tidak boleh membiarkan peristiwa serupa terulang lagi. Karena di atas semua kepentingan duniawi, ada nyawa yang tak ternilai harganya.

Komentar
Posting Komentar